id card panitia
id card peserta
SALAM PRAMUKA
Jumat, 26 April 2013
Jumat, 19 April 2013
pramuka wajib memiliki gugus depan tiap sekolahn
Wacana Ekstrakurikuler Pramuka Wajib
Mewarnai Rekomendasi Rakernas
Setelah berdiskusi dan membahas berbagai hal berkaitan dengan agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dilaksanakan pada 17-19 April 2013 di Kompleks Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) Cibubur, Jakarta. Peserta Rakernas yang terdiri dari Pengurus Kwarda seluruh Indonesia akhirnya merekomendasikan beberapa hal.
Rekomendasi itu diantaranya, menegaskan dalam menerapkan Ektrakurikuler wajib di sekolah dengan mewajibkan fungsi Gugusdepan, sehingga sekolah wajib memiliki Gugusdepan serta menegasakan keanggotaan di Gugusdepan tersebut sifatnya sukarela. Maka Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) diharapkan juga semakin menguatkan pendukungnya berupa dokumen sumplemen kegiatan pendidikan.
Pada rekomendasi tersebut juga disampaikan, kepada Pengurus Kwarnas untuk menginformasikan enam bulan sebelumnya berkaitan dengan pengumuman kegiatan nasional maupun internasional.
Tim Perumus yang merupakan perwakilan dari Dewan Kerja Nasional, Kwarda Maluku, Kepulauan Riau, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat dan Jawa Timur yang berjumlah sembilan orang.
Pada sambutan penutupan Rakernas, Kak Azrul sempat mengajak seluruh peserta Rakernas untuk siap dan mempersiapkan untuk mengikuti Musyawarah Nasional yang rencananya dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur, 10-20 November 2013.
Rakernas Gerakan Pramuka Tahun 2013 yang dilaksanakan pada 17-19 April 2013 di Kompleks Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) Cibubur, Jakarta.
[Humas Kwarnas/Dd]
Mewarnai Rekomendasi Rakernas
Setelah berdiskusi dan membahas berbagai hal berkaitan dengan agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dilaksanakan pada 17-19 April 2013 di Kompleks Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) Cibubur, Jakarta. Peserta Rakernas yang terdiri dari Pengurus Kwarda seluruh Indonesia akhirnya merekomendasikan beberapa hal.
Rekomendasi itu diantaranya, menegaskan dalam menerapkan Ektrakurikuler wajib di sekolah dengan mewajibkan fungsi Gugusdepan, sehingga sekolah wajib memiliki Gugusdepan serta menegasakan keanggotaan di Gugusdepan tersebut sifatnya sukarela. Maka Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) diharapkan juga semakin menguatkan pendukungnya berupa dokumen sumplemen kegiatan pendidikan.
Pada rekomendasi tersebut juga disampaikan, kepada Pengurus Kwarnas untuk menginformasikan enam bulan sebelumnya berkaitan dengan pengumuman kegiatan nasional maupun internasional.
Tim Perumus yang merupakan perwakilan dari Dewan Kerja Nasional, Kwarda Maluku, Kepulauan Riau, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat dan Jawa Timur yang berjumlah sembilan orang.
Pada sambutan penutupan Rakernas, Kak Azrul sempat mengajak seluruh peserta Rakernas untuk siap dan mempersiapkan untuk mengikuti Musyawarah Nasional yang rencananya dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur, 10-20 November 2013.
Rakernas Gerakan Pramuka Tahun 2013 yang dilaksanakan pada 17-19 April 2013 di Kompleks Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) Cibubur, Jakarta.
[Humas Kwarnas/Dd]
Minggu, 07 April 2013
Skema Sistem Diklat Gerakan Pramuka
| Skema Sistem Diklat Gerakan Pramuka |
|
|
|
Perkembangan Darma Pramuka dari masa ke masa
| Perkembangan Darma Pramuka dari masa ke masa |
|
|
|
Sejak
dikeluarkannya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor : 238 tahun 1961,
Dasa Darma Pramuka adalah kode kehormatan yang merupakan janji ketentuan
moral bagi pramuka. Pada UU Pramuka No. 12 tahun 2010 bahwa Darma
Pramuka terdiri atas 10 (sepuluh) ketentuan darma dan
yang kemudian dalam ART Gerakan Pramuka disebut dengan Dasadarma ,
mengalami berbagai penyempurnaan sejak berdirinya Gerakan Pramuka sampai
dengan seperti yang kita gunakan sekarang ini.
Berikut perkembangan atas perubahan dasadarma dari waktu ke waktu sebagai berikut :
I. Pada masa tahun 1961 – 1966.
Dasa Darma sbg lampiraan Keppres 238 Tahun 1961 yang merupakan hasil rumusan Panitia V pada Pembentukan Gerakan Pramuka. Berisikan :
1. Pramuka itu dapat dipercaya
2. Pramuka itu setia
3. Pramuka itu sopan dan perwira
4. Pramuka itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap pramuka
5. Pramuka itu penyayang sesama makhluk
6. Pramuka itu siap menolong dan wajib berjasa
7. Pramuka itu dapat menjalankan perintah tanpa membantah
8. Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran
9. Pramuka itu hemat dan cermat
10. Pramuka itu suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan.
II. Pada masa tahun 1966 – 1974.
Dasa Darma merupakan hasil MUKERANPUDA ( sekarang Munas) tahun 1966, Berisikan,
1. Kami Pramuka Indonesia , bertakwa kepada Than YME
2. Kami Pramuka Indonesia, berjiwa pancasila dan patriot Indonesia yang setia
3. Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat
4. Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan kemulyaan Indonesia
5. Kami Pramuka Indonesia, bergotongrooyong membangun masyarakat Pancasila
6. Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya dan berbudi luhur
7. Kami Pramuka Indonesia, hemat, cermas dan bersahaja
8. Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran
9. Kami Pramuka Indonesia, berjuang dg rasatanggungjawab dan gembira utk dapat berguna
10. Kami Pramuka Indonesia, berwatak kasatriadan bertindak dg disiplin.
III. Pada masa tahun 1974 – 1978
Berdasarkan amanat MPP 1970 dan Munas 1974 (Munas di Bukit Tinggi ) , merekomendasikan perubahan atas teks Dasa Darma.
Selanjutnya pada hasil Lokakarya Nasional di Cibubur pada tanggal 25 – 26 September 1978 menghasilkan perubahan isi teks Dasa Darma. Berisikan,
Dasa Darma
Pramuka Itu :
1. Takwa kepada Tuhan YME
2. Kasih sayang sesama manusia dan cinta alam
3. Patriot yang sopan dan perwira
4. Suka bermusyawarah dan patuh
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, riang dan terampil
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, setia dan berani
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan.
IV. Pada tahun 1978 :
Dilaksanakan
Munas Gerakan Pramuka Di Manado ( Sulut ) dengan mengeluarkan
memorandum tentang perumusan (ulang ) Dasa Darma. Selanjutnya
diterbitkan SK Kwartir Nasional Nomor. 036 / KN/ 79. Dasa Darma tersebut
berisikan,
Dasa Darma
Pramuka Itu :
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, terampil, dan gembira.
7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
8. Disiplin, berani, dan setia.
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
V. Pada tahun 2012 :
Sesuai
dengan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ( ART SK Kwarnas No. 203
tahun 2009), bahwa dasadarma yang berlaku saat ini memiliki isi teks
yang mirip sama seperti tesebut di atas , hanya saja pada ART hasil
Munaslub tahun 2012 telah menghilangkan kata ” Pramuka itu : “ .
Selanjutnya
Kode kehormatan Dasadarma tersebut digunakan untuk golongan Penggalang,
Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, dan anggota dewasa.
Berikut isi Dasadarma berdasarkan hasil Munaslub tahun 2012,
Dasadarma
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, terampil, dan gembira.
7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
8. Disiplin, berani, dan setia.
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Kupas tentang SKK dan TKK Pramuka
| Kupas tentang SKK dan TKK Pramuka |
|
|
|
Sistem Tanda Kecakapan Pramuka merupakan salah satu penerapan sistem dari metode pendidikan kepramukaan yang bertujuan untuk memberikan
pendidikan watak kepada peserta didik melalui kegiatan kepramukaan yang
menarik, menyenangkan dan menantang yang disesuaikan dengan kondisi,
situasi, dan kegiatan peserta didik. Metode pendidikan kepramukaan ini
menjadi metode ciri khas pendidikan dalam Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka menggunakan Sistem Tanda Kecakapan Pramuka yang meliputi :
1) Syarat Kecakapan Umum
2) Syarat Kecakapan Khusus
3) Syarat Pramuka Garuda
SKU,
SKK, dan SPG merupakan alat/materi kegiatan pokok dalam proses
pendidikan kepramukaan, yang dilaksanakan oleh peserta didik dalam upaya
untuk meningkatkan mutu pengetahuan, keterampilan dan adanya perubahan
sikap laku peserta didik yang lebih baik.
Selanjutnya dalam rubrik ini akan membahas tentang SKK ( Syarat Kecakapan Khusus dan TKK ( Tanda Kecakapan Khusus ).
Syarat
Kecapakap Khusus ( SKK ) adalah syarat yang wajib dipenuhi oleh seorang
pramuka untuk memperoleh Tanda Kecakapan Khusus ( TKK ). Sedangkan
Tanda Kecakapan Khusus ( TKK ) adalah suatu tanda yang menunjukan
,kecakapan, kepandaian, kemahiran, ketangkasan, dan ketrampilan seorang anggota Pramuka dibidang tertentu.
Perlu dipahami bahwa di dalam Gerakan Pramuka :
Penyelenggaraan SKK maupun Tanda gambar untuk TKK diatur berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan Kwartir Nasional yakni :
1. SK Kwarnas Nomor 132 Tahun 1979
2. SK Kwarnas Nomor 016 Tahun 1980
3. SK Kwarnas Nomor 030 Tahun 1981
4. SK Kwarnas pada Seluruh Satuan Karya ( Saka )
SKK terbagi menjadi 5 Bidang dengan 5 warna dasar:
1. Bidang Agama, Mental, Moral, Spiritual, Pembentukan Pribadi dan Watak
2. Bidang Patriotisme dan Seni Budaya.
3. Bidang Ketangkasan dan Kesehatan.
4. Bidang Ketrampilan dan Teknik Pembangunan.
5. Bidang Sosial, Perikemanusiaan, Gotong-royong, Ketertiban Masyarakat, Perdamaian Dunia dan Lingkungan Hidup.
Berikut 5 bidang dengan warna dasar dan gambar Tanda Kecakapan Khusus:
SKK terbagi menjadi 3 tingkatan :
1. Golongan Siaga : satu Tingkat.
2. Golongan Penggalang : Madya, Purwa dan Utama.
3. Golongan Penegak/ Pandega: Madya, Purwa dan Utama.
Untuk
penggalang, penegak dan pandega diharuskan menyelesaikan dahulu pada
kecakapan SKK yang terendah yakni tingkat Madya sebelum ke tingkat
berikutnya. SKK Madya, Purwa dan Utama memiliki instrument persyaratan
yang berbeda dan semakin berbobot sesuai tingkatannya.
Bentuk Bingkai dan ukuran TKK adalah sebagai berikut :
Penggunaan dan pemasangan Tanda Kecakapan Khusus ( TKK ).
1. Peserta didik yang telah berhasil menyelesaikan SKK mendapatkan tanda kecakapan ( TKK ).
2. Apabila peserta didik telah menyelesaikan SKK tingkat purwa maka TKK tingkat madya yang disematkan terdahulu (Bentuk bingkai Lingkaran ) diganti dengan TKK tingkat purwa ( bentuk bingkai persegi empat ),
demikian pula apabila telah mencapai SKK tingkat Utama, TKK tingkat
purwa akan digantikan dengan TKK yang tingkat Utama. Kesemuanya masih
dalam satu macam SKK ( Syarat Kecakapan Umum ). Dengan demikian TKK yang dipergunakan adalah TKK yang memiliki tingkat tertinggi.
Contoh
misal seorang Pramuka Penggalang telah menyelesaikan SKK berkemah
dimulai dari awal tingkat Purwa – Madya dan ke Utama maka perubahan
bentuk bingkai TKK seperti dibawah ini :
Pemasangan tanda gambar atau TKK :
TKK dipasang pada lengan kanan pakaian seragam pramuka, dengan cara penempatan gambar TKK, yaitu :
1. Melintang, dua jari dibawah lambang Kwartir Daerah/diatas jahitan bawah lengan, atau
2. Melingkari
lambang Kwartir Daerah pada posisi kanan, kiri atau bawah lambang
daerah dan diatur sedemikian rupa/ simetris agar nampak rapi. Jumlah
maksimal yang dipasang pada lengan baju adalah 5 macam TKK.
Berikut pemasangan pada lengan kanan pada pakaian seragam pramuka.
3. Peserta didik yang telah memiliki lebih dari 5 macam TKK maka selebihnya dapat menggunakan/ dipasang pada Tetampan/ selempang.
4. Penggunaan Tetampan/ Selempang.
Tetampan/
selempang merupakan alat kelengkapan seragam pramuka yang dipergunakan
untuk memasang TKK. Tetampan/ Selempang terbuat dari kain yang berwarna
dasar coklat tua, memiliki lebar 10 cm dan panjang menyesuaikan
pengguna.( tinggi badan ) serta pada kedua pinggir kain diberi pita
zig-zag dengan warna :
Siaga : Berwarna hijau.
Penggalang : Berwarna merah
Penegak/ Pandega : Berwarna Kuning.
Berikut contoh Tetampan/ selempang untuk masing-masing golongan :
5. Tetampan/
selempang, dikenakan pada seragam pramuka menyilang pada bahu lengan
kanan atas ke kiri bawah dan dapat dipakai pada acara khusus/ tertentu
misal pada Upacara besar, Upacara pelantikan dll., sedangkan pada
kegiatan yang bersifat rutin tidak perlu dikenakan.
Untuk
tata cara menguji kecakapan peserta didik dalam menyelesaikan SKK
telah diatur tersendiri dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional : Nomor
: 273 Tahun 1993 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Cara Menilai
Kecakapan Pramuka.
Tentang Pemakaian TKK silahkan klik disini
Penulis : oleh Kak Gunawan Surendro
| User Comments |
Comment by gamer_cute@yahoo.co.id on 2011-10-10 06:13:45 klo boleh nanya, di SK yg mana ya yg menerangkan soal pemasangan tanda kecakapan khusus pada slempang dari kanan ke kiri? biar teteg gitu |
Comment by scoutmaster on 2011-11-13 11:13:59 TKK adalah tanda kecakapan khusus bagi anggota pramuka, yang menjadi pertanyaan adalah pedoman materi kecakapan tersebut yang belum ada, sehingga banyak dari pembina hanya sekedar memberi tanda tersebut kepada pesdiknya tanpa melaksanakan pengujian atau bahkan melatih pencapaian SKK tersebut, bahkan banyak pembina dan pelatih tidak tau tentang nama2 TKK tersebut, jangankan teknis SKK nama TKK itu aja banyak yang tidak tau. hal ini sangat merugikan bagi para pesdik itu sendiri, bahkan banyak pula salah pemasangan TKK yang seharusnya dipasang pada lengan baju sebelah kanan eh malah dipasang di sebelah kiri. saran kepada kwarnas untuk meninjau kembali tentang PP SKK dan TKK terutama kewenangan pengujian lebih baik di limpahkan ke kwartir ranting atau cabang, agar kualitas pramuka semakin dapat dipercaya...Salam Pramuka |
Comment by ahmad romi on 2012-03-16 22:37:34 terima kasih ka, artikel/ sumber ini sangat membantu bagi kami para pendidik di lapangan, terlebih andik2 di SDN Sukra I dan SMPN 1 Patrol serta anak2 pandega SMKN 1 Kandanghaur, Bravo smua by kang amin. |
Comment by ulya on 2012-11-24 22:22:45 trimakasih....teruslah berkarya demi kemajuan pramuka Indonesia...salam hangat dari SMP N 1 gringsing Batang... |
Comment by Usman on 2012-11-25 21:26:27 Kami minta panduan rangkaian upacara siaga, penggalang dan penegak yang paling lengkap |
Comment by langgengsefti@ymail.com on 2012-12-30 15:09:53 Bagaimana cara penyelesaian SKK utk pesdik. Apakah disesuaikan dgn bakat atau minat atau harus diselesaikan dulu TKK wajibnya setelah itu baru yg lain??? Mohon penjelasannya, dan trims sebelumnya |
mengenang robert baden powell
Robert Baden-Powell memulai gerakan Kepanduan, 105 tahun yang lalu.
Keduanya
menyadari bahwa kondisi alam dan peperangan di Afrika jauh berbeda
dengan di Inggris. Maka mereka merencanakan program pelatihan bagi
pasukan tentara Inggris agar mampu beradaptasi. Program pelatihan itu
diberikan pada anak-anak muda, isinya penuh dengan materi-materi tentang
eksplorasi, trekking, kemping dan meningkatkan kepercayaan diri.
Saat
itu juga merupakan kali pertama bagi Baden Powell mengenakan topi
khasnya (Burnham mirip topi koboi) sebagai pengenal dan hingga kini
masih digunakan oleh anggota kepanduan di seluruh dunia. Selain itu,
Baden-Powell juga menerima sangkakala (terompet) kudu, peralatan dalam
Perang Ndebele. Terompet itu nantinya ditiup setiap pagi untuk
membengunkn para peserta Perkemahan Kepanduan pertama di Kepulauan Brown
sea.
Di
Inggris Raya, orang-orang membaca berita prestasi Baden-Powell dalam
memimpin Pasukan Mafeking sehingga di negara asalnya itu, ia menjadi
“Pahlawan Nasional”. Hal ini memberikan keuntungan, karena buku kecil
yang ditulisnya “Aids to Scouting” menjadi terjual laris.
Sekembalinya
ke Inggris, Ia melihat bukunya telah populer dan banyak digunakan para
guru untuk mendidik muridnya, dan juga para pemuda yang aktif dalam
organisasi. Karena itulah, Ia diminta untuk menulis ulang bukunya
tersebut agar mudah dipahami oleh anak muda, terutama untuk anggota
Boys’ Brigade, sebuah orgaisasi kepemudaan yang besar dan bernuansa
militer. Baden-Powell mulai berpikir kemungkinan hal ini bisa berkembang
jauh lebih besar. Ia mulai mempelajari materi lain yang bsa menjadi
bahan pelajaran dalam kepanduan.
Juli
1906, Ernest Thompson Seton mengirimi Baden-Powell salinan bukunya yang
berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians. Seton, adalah
orang Kanada yang lahir di Inggris dan tinggal di Amerika Serikat. Ia
bertemu dengan aden-Powell bulan Oktober 1906, dan mereka saling berbagi
ide tentang program pelatihan bagi pemuda. Tahun 1907, Baden-Powell
menulis draft buku berjudul Boy Patrols. Pada tahun yang sama, untuk
menguji idenya, Ia mengumpulkan 21 pemuda dengan latar belakan
bermacam-macam (yang diundang dari beberapa sekolah khusus laki-laki di
London, yakni Poole, Parkstone, Hamworthy, Bournemouth, dan Winton Boys’
Brigade units) dan mengadakan perkemahan selama seminggu di Brownsea
Island, Poole Harbour, Dorset, Inggris. Metode yang diterapkan dalam
perkemahan itu adalah memberikan kesempatan pada para pemuda tersebut
untuk mengatur kelompok mereka sendiri dengan membentuk kelompok kecil
dan memilih salah satu anggota kelompok sebagai pemimpin.
Brownsea, 1908
Scouting
for Boys awalnya diperkenalkan di Inggris pada Januari 1908 dalam 6
jilid. Pada tahun yang sama, buku tersebut dicetak dalam bentuk satu
buku utuh. Sampai saat ini, buku tersebut di peringkat ke empat dalam
daftar buku bestseller dunia sepanjang masa.
Mulanya,
Baden-Powell diminta menjadi “pembina” organisasi The Boys’ Brigade,
yang didirikan William A. Smith. Kemudian, karena popularitasnya semakin
meningkat serta tulisannya tentang petualangan-petualangan di alam
terbuka, banyak pemuda yang mulai membentuk kelompok kepanduan dan
Baden-Powell “kebanjiran order” untuk menjadi pembina kelompok-kelompok
itu. Mulai saat itulah Gerakan Kepanduan (Scout Movement) mulai
berkembang dengan pesat.
golongan usia anggota pramuka
Penggolongan Usia di Gerakan Pramuka
Kedudukan dan keanggotaan di Gerakan Pramuka berdasarkan Usia :
Peserta didik, Anggota Muda dan Dewasa Muda.
1. Pramuka Siaga : 7 – 10 Tahun
2. Pramuka Pengalang : 11 - 15 Tahun
3. Pramuka Penegak : 16 – 20 Tahun
4. Pramuka Pandega : 21 - 25 Tahun
Anggota Dewasa, Pembina dan Pembantu Pembina :
Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka diatur sebagai berikut:
a. Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 21 tahun,
Pembantu Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 17 tahun.
b. Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 21 tahun,
Pembantu Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 20 tahun.
c. Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 25 tahun,
Pembantu Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 23 tahun.
d. Pembina Pandega sekurang-kurangnya berusia 28 tahun,
Pembantu Pembina Pandega sekurang-kurangnya 26 tahun.
e.
Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya berusia 26
tahun, kecuali Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka yang ex-officio
menjadi anggota kwartir/andalan.
Langganan:
Postingan (Atom)


